Tugas 8 Manajemen
A. Latar Belakang Masalah
Manajemen
kelas merupakan keterampilan yang harus dimiliki guru dalam memutuskan,
memahami, mendiaknosis dan kemampuan bertindak menuju perbaikan suasana kelas.
Guru harus bisa mendiaknosis serta memperbaiki masalah yang ada dalam manajemen
kelas.Dalam penanganan masalah manajemen kelas perlu diketahui latar belakang
dari masalah tersebut.
Adapun
munculnya masalah individual disebabkan beberapa kemungkinan tindakan siswa
seperti :
1. Tingkah laku yang ingin mendapat perhatian
orang lain.
2. Tingkah laku yang ingin menujukkan
kekuatan.
3. Tingkah laku yang bertujuan menyakiti
orang lain.
4. Peragaan ketidakmampuan
Sedangkan dalam masalah-masalah kelompok yang mungkin muncul dalam kelas :
1. Kelas kurang kohesif lantaran alasan jenis
kelamin, suku, tingkatan sosial ekonomi, dan sebagainya.
2. Penyimpangan dari norma-norma tingkah laku
yang telah disepakai sebelumnya.
3. Kelas mereaksi negatif terhadap salah
seorang anggotanya.
4. “Membombang” anggota kelas yang justru
melanggar norma kelompok.
5. Kelompok cenderung mudah dialihkan
perhatiannya dari yang tengah digarap, semangat kerja rendah, kelas kurang
mampu menyesuaikan diri dengan keadaan baru seperti gangguan jadwal guru
terpaksa diganti sementara oleh guru lain.
B.
Kebijakan penanganan masalah dalam
Untuk
menciptakan kelas yang efektif sangat diperlukan keterampilan guru yang dapat
dan mampu dalam mengelola kelas pembelajaran agar selalu dapat terpelihara
dengan baik. Istilah mengelola inilah yang dimaksud dengan istilah manajemen
kelas. Maksud dari guru dapat dan mampu mengelola kelas pembelajaran adalah
dapat menciptakan dan menyelenggarakan kondisi belajar siswa supaya mau
mengikuti belajar dengan rasa penuh tanggung jawab dan senang hati dalam
mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Kegiatan guru didalam kelas
meliputi dua hal pokok, yaitu mengajar dan mengelola kelas. Kegiatan mengajar
dimaksudkan secara langsung menggiatkan siswa mencapai tujuan-tujuan seperti
menelaah kebutuhan-kebutuhan siswa, menyusun rencana pelajaran, menyajikan
bahan pelajaran kepada siswa, mengajukan pertanyaan kepada siswa, menilai
kemajuan siswa adalah contoh-contoh kegiatan mengajar.
Ada
empat teknik sederhana untuk mengenali adanya masalah-masalah individu seperti
diuraikan diatas pada diri para siswa.
1.
Jika
guru merasa terganggu (atau bosan) dengan tingkah laku seorang siswa, hal itu
merupakan tanda bahwa siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari
perhatian.
2.
Jika
guru merasa terancam (atau merasa dikalahkan), hal itu merupakan tanda bahwa
siswa yang bersangkutan mungkin mengalami masalah mencari kekuasaan.
3.
Jika
guru merasa amat disakiti, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang
bersangkutan mungkin mengalami masalah menuntut balas.
4.
Jika
guru merasa tidak mampu menolong lagi, hal itu merupakan tanda bahwa siswa yang
bersangkutan mungkin mengalami masalah ketidakmampuan. Ditekankan, guru
hendaknya benar-benar mampu mengenali dan memahami secara tepat arah tingkah
laku siswa-siswa yang dimaksud (apakah tingkah laku siswa itu mengarah ke
mencari perhatian, mencari kekuasaan, menuntut balas, atau memperlihatkan
ketidakcampuran) agar guru itu mampu menangani masalah siswa secara tepat pula.
C.
Macam-macam
permasalahan dalam Manajemen Kelas
Adapun
masalah pengelolaan kelas tersebut, yaitu :
1.
Masalah
Individual
Penggolongan
masalah individual ini didasarkan atas anggapan dasar bahwa tingkah laku
manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan.Setiap individu memiliki
kebutuhan dasar untuk memiliki dan untuk merasa dirinya berguna. Ada empat
jenis penyimpangan tingkah laku, yaitu :
a.
Attention
getting behaviors (pola perilaku mencari perhatian) : Seorang siswa yang gagal
menemukan kedudukan dirinya secara wajar dalam suasana hubungan sosial yang
saling menerima biasanya (secara aktif ataupun pasif) bertingkah laku mencari
perhatian orang lain.
b.
Powerseeking
behaviors (pola perilaku menunjukkan kekuatan/kekuasaan) : Tingkah laku mencari
kekuasaan sama dengan perhatian yang destruktif, tetapi lebih mendalam. Pencari
kekuasaan yang aktif suka mendekat, berbohong, menampilkan adanya pertentangan
pendapat, tidak mau melakukan yang diperintahkan orang lain dan menunjukkan
sikap tidak patuh secara terbuka..
c.
Revenge
seeking behaviors (pola perilaku menunjukkan balas dendam) : Siswa yang
menuntut balas mengalami frustasi yang amat dalam dan tidak menyadari bahwa dia
sebenarnya mencari sukses dengan jalan menyakiti orang lain.
d.
Helplessness
(peragaan ketidakmampuan) : Siswa yang memperlihatkan ketidakmampuan pada
dasarnya merasa amat tidak mampu berusaha mencari sesuatu yang dikehendakinya
(yaitu rasa memiliki) yang bersikap menyerah terhadap tantangan yang
menghadangnya; bahkan siswa ini menganggap bahwa yang ada dihadapannya hanyalah
kegagalan yang terus menerus.
2.
Masalah
Kelompok
Ada tujuh
masalah kelompok dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas:
a.
Kurangnya
kekompakan : Kurangnya kekompakan kelompok ditandai dengan adanya
kekurang-cocokkan (konflik) diantara para anggota kelompok.Konflik antara
siswa-siswa dari kelompok yang berjenis kelamin atau bersuku berbeda termasuk
kedalam kategori kekurang-kompakan ini.
b.
Kesulitan
mengikuti peraturan kelompok : Jika suasana kelas menunjukkan bahwa siswa-siswa
tidak mematuhi aturan-aturan kelas yang telah ditetapkan, maka masalah yang
kedua muncul, yaitu kekurang-mampuan mengikuti peraturan kelompok.
c.
Reaksi
negatif terhadap sesama anggota kelompok : Reaksi negatif terhadap anggota
kelompok terjadi apabila ekspresi yang bersifat kasar yang dilontarkan terhadap
anggota kelompok yang tidak diterima oleh kelompok itu, anggota kelompok yang
menyimpang dari aturan kelompok atau anggota kelompok yang menghambat kegiatan
kelompok.
d.
Penerimaan
kelas (kelompok) atas tingkah laku yang menyimpang : Penerimaan kelompok
(kelas) atas tingkah laku yang menyimpang terjadi apabila kelompok itu
mendorong timbulnya dan mendukung anggota kelompok yang bertingkah laku
menyimpang dari norma-norma sosial pada umumnya.
e.
Kegiatan
anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan,
berhenti melakukan kegiatan atau hanya meniru-niru kegiatan orang (anggota)
lainnya saja.Masalah kelompok anak timbul dari kelompok itu mudah terganggu
dalam kelancaran kegiatannya.
f.
Kurangnya
semangat, tidak mau bekerja, dan tingkah laku agresif atau protes. Masalah
kelompok yang paling rumit ialah apabila kelompok itu melakukan protes dan
tidak mau melakukan kegiatan, baik hal itu dinyatakan secara terbuka maupun
terselubung.
g.
Ketidakmampuan
menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan. Ketidakmampuan menyesuaikan
diri terhadap lingkungan terjadi apabila kelompok (kelas) mereaksi secara tidak
wajar terhadap peraturan baru atau perubahan peraturan, pengertian keanggotaan
kelompok, perubahan peraturan, pengertian keanggotaan kelompok, perubahan
jadwal kegiatan, pergantian guru dan lain-lain.
D.
Solusi Dalam
Megatasi Masalah Manajemen
Kegiatan
mengelola kelas bermaksud menciptakan dan mempertahankan suasana (kondisi)
kelas agar kegiatan mengajar itu dapat berlangsung secara efektif dan efisien. Untuk
dapat menangani masalah-masalah pengelolaan kelas secara efektif guru
harus mampu:
1. Mengenali secara
tepat berbagai jenis masalah pengelolaan kelas baik yang bersifat perorangan
maupun kelompok
2. Memahami
pendekatan mana yang cocok dan tidak cocok untuk jenis masalah tertentu.
3. Memilih dan
menetapkan pendekatan yang paling tepat untuk memecahkan masalah yang dimaksud
Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi (1993) mengidentifikasi langkah-langkah penyelesaian
masalah dalam manajemen kelas sebagi berikut:
a) Identifikasi masalah siswa
Pada langkah ini guru melakukan
kegiatan untuk mengenal dan mengetahui masalah-masalah kelas yang muncul di
dalam kelas.
b) Membuat rencana penanggulangan terhadap
masalah siswa
c) Menetapkan waktu pertemuan dengan
siswa yang bermasalah dengan persetujuan kedua pihak tentang waktu dan tempat
pertemuan itu sendiri.
d) Bila saatnya bertemu dengan siswa, jelaskan maksud
pertemuan tersebut dan jelaskan pula manfaat yang mungkin diperoleh, baik oleh
siswa ataupun oleh sekolah.
e) Tunjukkan kepada siswa bahwa gurupun
bukan orang yang sempurna dan tidak terlepas dari kekurangan dalam hal ini.
Tetapi yang penting antara guru dan siswa harus ada kesadaran untuk
bersama-sama belajar saling memperbaiki diri, saling mengingat bagi kepentingan
bersama.
f) Guru berusaha untuk membawa siswa
kepada masalahnya yaitu pelanggaran terhadap peraturan yang berlaku di sekolah
dengan sikap yang sabar sehingga menumbuhkan kesadaran siswa secara
perlahan.
g) Bila pertemuan yang diadakan
ternyata siswa tidak responsif, maka guru dapat mengajak siswa untuk
melaksanakan diskusi pada waktu yang lain tentang masalah yang dihadapinya.
Tentukan waktu diskusi tersebut atas dasar persetujuan antara guru dan siswa.
h) Pertemuan guru dan siswa harus
sampai pada pemecahan masalah dan sampai pada kontrak individual yang diterima
siswa dalam rangka memperbaiki tingkah laku siswa.
i)
Melakukan
tindak lanjut dengan mengikuti perkembangan siswa setelah penyelesaian masalah
(monitoring) agar masalah tersebut tidak terulang lagi.
Daftar
Rujukan
Arikunto, S. 1989. Manajemen Pengajaran Secara Manusiawi.
Jakarta: Rineka Cipta.
Mursell,
Nasution. 2006. Mengajar dengan Sukses (Successful Teaching).
Jakarta: Bumi Aksara
Roestiyah.
1994. Masalah Pengajaran sebagi Suatu Sistem. Jakarta: PT Rineka
Cipta
Bagus sekali materinya..👍
BalasHapusterimakasih kak
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerimakasih materinya
BalasHapussama-sama kak
HapusSangat bermanfaat sekali
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusBagus kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapusSngat brmnfaat skli
BalasHapusmakasih koment dan sarannya
BalasHapus