Tugas Manajemen Pembelajaran
A. Konsep Manajemen Pembelajaran
Proses
pembelajaran sangat terkait dengan berbagai komponen yang sangat kompleks.
Antara komponen yang satu dengan komponen lainnya memiliki hubungan yang
bersifat sistematik, maksudnya masingmasing komponen memiliki peranan
sendiri-sendiri tetapi memiliki hubungan yang saling terkait.
Masing-masing
komponen dalam proses pembelajaran perlu dikelola secara baik. Tujuannya agar
masing-masing komponen tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini akan
terwujud, jika guru sebagai desainer pembelajaran memiliki kompetensi manajemen
pembelajaran.
Di
dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia yang dikutip oleh Suharsimi Arikunto
mengungkapkan bahwa manajemen adalah penyelenggaraan atau pengurusan agar
sesuatu yang dikelola dapat berjalan dengan lancar, efektif dan efisien .
Manajemen
juga diartikan sebagai proses merencana, mengorganisasi, memimpin dan
mengendalikan upaya organisasi dengan segala aspeknya agar tujuan organisasi
tercapai secara efektif dan efisien. Jadi, manajemen merupakan serangkaian
proses yang dilaksanakan dalam sebuah kegiatan guna mencapai tujuan yang telah
ditetapkan dan diharapkan.
Banyak
ahli yang memberikan definisi tentang manajemen yang dikutip oleh Dayat dalam
Jurnal tentang pengantar teori Manajemen, diantaranya:
1. Harold Koontz & O’ Donnel dalam bukunya yang berjudul
“Principles of Management” mengemukakan, “manajemen adalah berhubungan dengan
pencapaian sesuatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain”.
2. George R. Terry dalam buku dengan judul “Principles of
Management” memberikan definisi: “manajemen adalah suatu proses yang membedakan
atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan pelaksanaan dan pengawasan,
dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang
telah ditetapkan sebelumnya”.
3. G.R. Terri, manajemen diartikan sebagai proses yang khas yang
terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan yang
dilakukan untuk menentukan dan usaha mencapai sasaransasaran dengan
memanfaatkan sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
4. James A. F. Stoner, manajemen diartikan sebagai proses
perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengawasan upaya (usahausaha)
anggota organisasi dan menggunakan semua sumber daya organisasi untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
5. Oei Liang Lie, manajemen adalah ilmu dan seni perencanaan
pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dan pengawasan sumber daya
manusia dan alam, terutama sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan .
Berdasarkan
beberapa pendapat para ahli di atas, maka manajemen dapat diartikan sebagai
aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan, agar terpusat dalam usaha
mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan sebelumnya. Disamping itu,
manajemen bertugas memadukan sumber-sumber pendidikan secara keseluruhan dan
mengontrol/mengawas agar tepat dengan tujuan pendidikan yang melibatkan
fungsi-fungsi pokok manajemen.
B. Tujuan Manajemen Pembelajaran
Tujuan Manajemen pembelajaran
Tujuan manajemen pendidikan erat sekali dengan tujuan pendidikan secara umum,
karen manajemen pendidikan pada hakikatnya merupakan alat untuk mencapai tujuan
pendidikan secara optimal. Apabila dikaitkan dengan pengertian manajemen
pendidikan pada hakikatnya merupakan alat mencapai tujuan. Adapun tujuan
pendidikan nasional yaitu untuk mengembangkan potensi peserta didik agar
menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak
mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang
demokratis serta bertanggung jawab.7 Tujuan pokok mempelajari manajemen
pembelajaran adalah untuk memperoleh cara, teknik dan metode yang
sebaik-baiknya dilakukan, sehingga sumber-sumber yang sangat terbatas seperti
tenaga, dana, fasilitas, material maupun spiritual guna mencapai tujuan pembelajaran
secara efektif dan efisien.
Secara rinci tujuan manajemen
pendidikan antara lain:
a. Terwujudnya suasana belajar dan proses pembelajaran yang aktif,
inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan (PAIKEM).
b. terciptanya peserta didik
yang aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
c. Tercapainya tujuan pendidikan secara efektif dan efisien.
d. Terbekalinya tenaga
pendidikan dengan teori tentang proses dan tugas administrasi pendidikan.
e. Teratasinya masalah mutu pendidikan.
C. Kebijakan tentang
manajemen pembelajaran
a. Perencanaan kebijakan.
Perencanaan merupakan
usaha yang dilakukan
kepala sekolah untuk mengembangkan
strategi yang akan
dilaksanakan, antara lain membantu
kepala sekolah dan
staf untuk mengubah
kondisi pembelajaran yang lebih efektif dan efisien.
1. Peningkatan kualitas guru.
Untuk menciptakan out put yang
berkualitas faktor terpenting adalah
peningkatan kualitas guru.
Peningkatan ini diusahakan
untuk dapat bertahan menghadapi
persaingan yang ada
tuntutan mengenai peningkatan guru
memang seharusnya dilakukan
dengan tujuan mampu
mengikuti perkembangan saat
ini, yang diharapkan kependidikan guru
benar-benar memenuhi standar
yang diinginkan pemerintah dan intansi terkait.
2. Kegiatan belajar mengajar (KBM).
Agar diperoleh
hasil yang memuaskan
maka terlebih dahulu sekolah harus
melakukan perubahan yang
mendasar terkait dengan kegiatan belajar mengajar
3. Siswa “sebagai pusat” (student centered learning).
Siswa adalah sentral
pelaksanaan pembelajaran, atau dalam
artian pembelajaran terfokus pada siswa secara totallitas. Oleh karena
itu guru
memberi peluang bagi
siswa untuk secara
alami mengembangkan diri hingga
ketingkat yang lebih
tinggi.
Kekreatifitasan dan siswa aktif
yang sangat diharapkan. Pihak sekolah fokus
pada intelektual (intellectual
focus), dimana sekolah memfokuskan diri
untuk membantu anak
didiknya mengembangkan kebiasaan menggunakan
otak intelektualnya secara
baik. Disamping itu juga
pengajaran dan pembelajaran harus bersifatdipersonalisasikan untuk memaksimumkan
potensi anak didik
yang telah dimilikinya, sehingga siswa menjadi
pembelajar aktif.
4. Sarana dan Prasarana
Yang dimaksud
prasarana pendidikan adalah
bangunan sekolah, dan alat
perabot sekolah. Prasarana
pendidikan ini juga berperan
dalam proses belajar
mengajar walaupun secara
tidak langsung sarana dan prasarana yang ada digunakan sebagai perantara
dalam proses belajar
mengajar, untuk lebih
mempertinggi efektifitas dan efisiensi
dalam mencapai tujuan
pendidikan.
b. Pengambilan keputusan.
Dapat dipahami
bahwa pengambilan keputusan
ialah proses pemecahan masalah
dengan menentukan pilihan dari beberapa alternatif untuk menetapkan
suatu tindakan dalam
mencapai tujuan yang diinginkan. Keputusan ada yang bersifat
terstrukturdan ada yang bersifat tidak
terstruktur. Keputusan terstruktur
dapat diambil manakala informasi, data,
dan fakta tersedia
secara lengkap untuk
memecahkan masalah sesuai prosedur.
Sedangkan putusan tidak
berstruktur adalah putusan yang
diambil manakala data dan informasi tidak tersedia untuk pengambilan keputusan.
c. Kebijakan sekolah.
Membangun komunitas
belajar yang produktif
dan memotivasi siswa agar
terlibat dalam kegiatan
yang bermakna adalah
tujuan utama pengajaran. Sebaliknya
guru-guru yang efektif
menerapkan berbagai strategi secara
independen sehingga motivasi
menjadi sebuah aspek permanen kelasnya yang kebutuhan
psikologis siswa-siswanya terpenuhi bahwa mereka menemukan kegiatan belajar
yang menarik dan bermakna serta mereka yakin akan berhasil.
D. Peran guru dalam
manajemen kelas
Guru
memiliki peran sebagai salah satu unsur pengelolapendidikan pada suatu
lembaga pendidikan yang
terlihat langsung dalam mentransfer pengetahuan kepada siswa,
harus mampu mengelola kelasnya, merumuskan tujuan pembelajaran secara opersional,
menentukan materi pembelajaran, menetapkan metode
yang sesuai dengan
tujuan pembelajaran,
melaksanakan kegiatan pembelajaran,
mengevaluasi hasil belajar
dan kemampuan profesional guru
lainnya, agar proses
belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang
hendak dicapai. Peran dan fungsi guru berpengaruh terhadap
pelaksanaan pendidikan di
sekolah. Di antara
peran dan fungsi guru tersebut adalah sebagai berikut:
a.
Guru sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi
tokoh, panutan dan identifikasi bagi
para peserta didik,
dan lingkungannya. Oleh
karena itu, guru harus memilki standar
kualitas tertentu, yang
mencakup tanggung jawab, wibawa, mandiri, dan disiplin.
b.
Guru
sebagai Pengajar
Kegiatan belajar
peserta didik dipengaruhin
oleh berbagai faktor, seperti motivasi,
kematangan, hubungan peserta
didik dengan guru,kemampuan verbal,
tingkat kebebasan, rasa
aman dan keterampilan guru dalam
ber komunukasi. Jika
faktor-faktor di atas
dipenuhi, maka melalui
pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus berusaha membuat
sesuatu menjadi jelas
bagi peserta didik
dan terampil dalam memecahkan
masalah.
c.
Guru sebagai Pembimbing
Guru
dapat diibaratkan sebagai
pembimbing perjalanan, yang berdasarkan pengetahuan
dan pengalamanya bertanggungjawab atas kelancaran perjalanan
itu. Dalam hal
ini, istilah perjalanan
tidak hanya menyangkut fisik
tetapi juga perjalanan
mental, emosional, kreatifitas, moral dan spiritual yang lebih
dalam dan kompleks.
d. Guru sebagai Pelatih
Proses
pendidikan dan pembelajaran
memerlukan latihan keterampilan,
baik intelektual maupun
motorik, sehingga menuntut
guru untuk bertindak sebagai
pelatih. Hal ini
lebih ditekankan lagi
dalam kurikulum 2004 yang berbasis kompetensi, karena tanpa latihan
tidak akan mampu menunjukkan penguasaan kompetensi dasar dan tidak akan mahir
dalam berbagai keterampilan
yang dikembangkan sesuai
dengan materi standar.
e. Guru sebagai Penasehat
Guru
adalah seorang penasehat
bagi peserta didik
juga bagi orang tua, meskipun mereka tidak memilki
latihan khusus sebagai penasehat dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap
untuk menasehati orang.
f. Guru sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru
menerjemahkan pengalaman yang
telah lalu ke
dalam kehidupan yang bermakna
bagi peserta didik
g. Guru sebagai Model dan Teladan
Guru
merupakan model atau
teladan bagi peserta
didik dan semua orang yang
menganggap dia sebagai
guru.
h. Guru sebagai Pendorong Kreatifitas
Kreatifitas merupakan hal yang sangat penting dalam pembelajaran
dan guru
dituntut untuk mende
akan monstrasikan dan menunjukkan kreatifitas tersebut.
i.
Guru sebagai Pekerja Rutin
Guru
bekerja dengan ketrampilan
dan kebiasaan tertentu,
serta kegiatan rutin yang
amat diperlukan dan
seringkali memberatkan. Jika kegiatan tersebut tidak dikerjakan
dengan baik, maka bisa mengurangi atau merusak keefektifan guru pada semua
peranannya.
j.
Guru sebagai Pemindah kemah
k.
Guru sebagai Pembawa Cerita
l.
Guru sebagai Aktor
m.
Guru sebagai Emansipator
n.
Guru sebagai Evaluator
o.
Guru sebagai Pengawet
p.
Guru sebagai Kulminator
E. Kode Etik guru
Guru profesional
memiliki kemampuan dan
kekuatan unik yang
bisa saja digunakan untuk
tujuan yang baik
ataupun buruk.oleh sebab
itu, didalam profesi harus
ada kode etik
yang dijujung tinggi
oleh para anggotanya.
Dengan kata lain, kemampuan dan
kekuatan itu membawa
serta tanggung jawab
moral khusus untuk mengarahkan kepada tujuan yang
baik.Salah satu unsur
penentu atau pelaku
utama terjadinya proses
belajar mengajar dan sekaligus sebagai faktor penentu keberhasilan
tujuan pendidikan secara umum serta tujuan
proses belajar mengajar
khususnya adalah guru.
Guru adalah sosok seorang pahlawan yang
memiliki jasa yang
sangat besar dalam
dunia pendidikan karena mereka
kita dapat menjadi
manusia yang berguna
bagi agama,masyarakat, bangsa
dan negara serta
bagi keluarga. Seorang
guru dalam dunia pendidikan formal mempunyai tugas yang
sangat banyak dan kompleks bukan seperti penafsiran sebagian orang yang
menganggap bahwa seorang guru itu hanya bertugas memberikan mata
pelajaran saja tetapi
selain itu mereka
juga memiliki tugus
yang
lain.
Namun
pendapat sebagian mereka
yang menganggap bahwa guru
itu hanya memberikan teori
pelajaran adalah tidak
dapat dipersalahkan begitu
saja, karena memang ada
sebagian guru yang
hanya memberikan teori
saja tanpa memikirkan usaha untuk mengadakan penbinaan
lebih jauh terhadap anak didik. Hal ini disebabkan karena sang guru belum
memahami secara jelas akan tugas dan tanggung jawabnya. Untuk itu demi lebih
terarahnya akan tugas dan tanggung jawab
seorang guru, maka
suatu profesi keguruan
terasa perlu untuk
menerapkan aturan-aturan,norma-norma,kaida-kaida tertu yang dapat
dijadikan bagi seorang guru sebagai pedoman dalam melaksanakan tugasnya sebagai
tenaga pengajar.
a.
Guru berbakti membimbing
anak didik seutuhnya untuk membentuk manusia pembangunan yang berpancasila.
b.
Guru memiliki
kejujuran profesional dalam
menerapkan kurikulum sesuai kebutuhan anak didik masing-masing.
c.
Guru mengadakan
komunikasi, terutama dalam
memperolah imformasi tentang anak
anak didik, tetapi
menghindarkan diri dari
segala bentuk penyalahgunaan.
d.
Guru menciptakan
suasana kehidupan sekolah
dan memelihara hubungan dengan
orang tua anak didik sebaik-baiknya bagi kepentingan anak didik.
e.
Guru memelihara
hubungan baik dengan
masyarakat di sekitar
sekolahnya maupun masyarakat yang lebih luas untuk kepentingan
pendidikan.
f.
Guru sendiri atau
bersama-sama berusaha mengembangkan dan meningkatkan mutu profesinya.
g.
Guru menciptakan
dan memelihara hubungan
antara guru, baik
berdasar lingkunag kerja maupun dalam hubungan keseluruhan.
h.
Guru secara hukum
bersama-sama memelihara, membina, dan meningkatkan mutu organisasi guru
profesional sebagai sarana pengabdiannya.
i.
Guru
melaksanakan segala ketentuan
yang merupakan kebijaksanaan pemerintah dalam bidang
pendidikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Fattah,
nanang. 2004. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung : PT remaja rosdakarya.
Prihatin,
Eka. 2011. Manajemen Peserta Didik. Bandung : alfabeta.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSangat bermanfaat. Terimakasih kak🙏
BalasHapusMateri Nya sangat bermanfaat, terimakasih kakak🤗
BalasHapusTerimakasih kak, sangat bermanfaat
BalasHapusBagus ya buk materinyaa
BalasHapusDan sangat membantu😍
Coba jelaskan maksud dari guru sebagai pemindah kemah??
BalasHapusTerima kasih, sangat bermanfaat
BalasHapusSangat membantu kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat bermanfaat kak, terimakasih.
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapusSangat bermanfaat sekali kak
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapusterimakasih ya guys
BalasHapus