Tugas 7 Manajemen
A.
Prinsip
Dasar Manajemen Kelas
Pengelolaan kelas mengandung pengertian yaitu,
proses pengelolaan kelas untuk menciptakan suasana dan kondisi kelas yang
memungkinkan siswa dapat belajar secara efektif. Sedangkan prinsip dasar
pengelolaan kelas adalah pegangan atau acuan yang dimiliki sebagai pokok dasar
berfikir atau bertindak bagi seorang pendidik dalam usaha menciptakan dan
memelihara kondisi belajar yang optimal serta mengembalikan kondisinya bila
terjadi gangguan dalam proses pembelajaran.
Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang
harus diperhatikan sebagai prasyarat menciptakan satu model pembelajaran yang
efektif dan efisien, yaitu (Muhaimin,2002:137-144):
1. Prinsip
Kesiapan (Readiness)
Kesiapan
belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang
pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain
yang memungkinkan seseorang dapat belajar.
2. Prinsip
Motivasi (Motivation)
Motivasi
adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke
arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan
bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian, dan rasa ingin tahu
yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar, berusaha keras dan
memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus
bekerja sampai tugas-tugas tersebut terselesaikan.
3. Prinsip
Perhatian
Perhatian
merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu
berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri
pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam
proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya.
4. Prinsip
Persepsi
Prinsip
umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah (a) makin baik
persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu
tersebut. (b) dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal
ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa
yang dipelajari (c) dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar
yang dapat mendekati benda sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh
persepsi yang lebih akurat.
5. Prinsip
Retensi
Retensi
adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang
mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan
atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali
jika diperlukan. Karena itu, retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh
peserta didik dalam proses pembelajaran.
6. Prinsip
Transfer
Transfer
merupakan suatu proses dimana sesuatu yang pernah dipelajari dapat memengaruhi
proses dalam mempelajari sesuatu yang baru. Dengan demikian, transfer berarti
pengaitan pengetahuan yang sudah dipelajari dengan pengetahuan yang baru
dipelajari. Pengetahuan atau keterampilan yang diajarkan di sekolah selalu
diasumsikan atau diharapkan dapat dipakai untuk memecahkan masalah yang dialami
dalam kehidupan atau dalam pekerjaan yang akan dihadapi kelak.
B.
Permasalahan
dalam Prinsip manajemen kelas
Ada dua jenis masalah pengelolaan kelas, yaitu yang
bersifat perorangan atau individual dan yang bersifat kelompok. Disadari bahwa
masalah perorangan atau individual dan masalah kelompok seringkali menyatu dan
amat sukar dipisahkan yang satu dari yang lain. Namun demikian, pembedaan
antara kedua jenis masalah itu akan bermanfaat, terutama apabila guru ingin
mengenali dan menangani permasalahan yang ada dalam kelas yang menjadi
tanggungjawabnya. Masalah pengelolaan kelas tersebut, yaitu :
1. Masalah
Individual
Penggolongan
masalah individual ini didasarkan atas anggapan dasar bahwa tingkah laku
manusia itu mengarah pada pencapaian suatu tujuan.Setiap individu memiliki
kebutuhan dasar untuk memiliki dan untuk merasa dirinya berguna. Ada empat
jenis penyimpangan tingkah laku, yaitu :
a. Attention
getting behaviors (pola perilaku mencari perhatian)
b. Powerseeking
behaviors (pola perilaku menunjukkan kekuatan/kekuasaan)
c. Revenge
seeking behaviors (pola perilaku menunjukkan balas dendam)
d. Helplessness
(peragaan ketidakmampuan)
2. Masalah
Kelompok
Ada
tujuh masalah kelompok dalam kaitannya dengan pengelolaan kelas:
a. Kurangnya
kekompakan
b. Kesulitan
mengikuti peraturan kelompok
c. Reaksi
negatif terhadap sesama anggota kelompok
d. Penerimaan
kelas (kelompok) atas tingkah laku yang menyimpang
e. Kegiatan
anggota atau kelompok yang menyimpang dari ketentuan yang telah ditetapkan.
f. Kurangnya
semangat, tidak mau bekerja, dan tingkah laku agresif atau protes.
g. Ketidakmampuan
menyesuaikan diri terhadap perubahan lingkungan.
C.
Kebijakan
Tentang Prinsip Manajemen Kleas
Untuk mengatasi masalah dalam prinsip pengelolaan
kelas di atas, ada beberapa pendekatan yang dapat dilakukan diantaranya sebagai
berikut:
1. Behavior
– Modification Approach (Behaviorism Apparoach)
Asumsi
yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa perilaku “baik” dan
“buruk” individu merupakan hasil belajar.Upaya memodifikasi perilaku dalam
mengelola kelas dilakukan melalui pemberian positive reinforcement (untuk
membina perilaku positif) dan negative reinforcement (untuk mengurangi perilaku
negatif). Namun demikian, dalam penggunaan reinforcement negatif seyogyanya
dilakukan secara hati-hati, karena jika tidak tepat malah hanya akan
menimbulkan masalah baru.
2. Socio-Emotional
Climate Approach (Humanistic Approach)
Asumsi
yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa proses belajar mengajar
yang baik didasari oleh adanya hubungan interpersonal yang baik antara peserta
didik – guru dan atau peserta didik – peserta didik dan guru menduduki posisi
penting bagi terbentuknya iklim sosio-emosional yang baik.
3. Group
Process Approach
Asumsi
yang mendasari penggunaan pendekatan ini adalah bahwa pengalaman belajar
berlangsung dalam konteks kelompok sosial dan tugas guru adalah membina dan
memelihara kelompok yang produktif dan kohesif. Richard A. Schmuck &
Patricia A. Schmuck mengemukakan prinsip – prinsip dalam penerapan pendekatan
group proses, yaitu :
a. mutual
expectations
b. leadership
c. attraction
(pola persahabatan)
d. norma
e. communication
f. cohesiveness.
4. Pendekatan
Otoriter
Pandangan
yang otoriter dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan guru untuk
nienciptakan dan mempertahankan ketertiban suasana kelas. Pengelolaan kelas
sebagai proses untuk mengontrol tingkah laku siswa ke arah disiplin. Bila
timbul masalah-masalah yang merusak ketertiban atau kedisplinan kelas, maka
perlu adanya pendekatan:
a. Perintah
dan larangan
b. Penekanan
dan penguasaan
c. Penghukuman
dan pengancaman
d. Pendekatan
perintah dan larangan
5. Pendekatan
Permisif
Pendekatan
yang primisif dalam pengelolaan kelas merupakan seperangkat kegiatan pengajar
yang memaksimalkan kebebasan peserta didik untuk melakukan sesuatu.Sehingga
bila kebebasan ini dihalangi dapat menghambat perkembangan peserta didik.
Berbagai bentuk pendekatan dalam pelaksanaan pengelolaan kelas ini banyak
menyerahkan segala inisiatif dan tindakan pada diri peserta didik.
Daftar
Rujukan
Ekosiswoyo, Rasdi. 2000. Manajemen
kelas. Semarang: CV. Ikip.Semarang press
Mudasir. 2011. Manajemen
Kelas. Yogyakarta: Zanafa Publishing
Suhardan, Dadang. 2009. Manajemen Pendidikan.
Alfabeta: Bandung
Bermanfaat sekali.. 😊
BalasHapusSangat membantu sekali kak
BalasHapusalhamdulillah
HapusBagus sekali materi ya
BalasHapusterimakasih kak
HapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusBagus kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat bermanfaat kak, terimakasih.
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapusSngat brmnfaat skli
BalasHapusthank you
Hapusterimakasih
BalasHapus