Tugas 11 Manajemen
A. Sumber
Pelanggaran Disiplin
Pelanggaran
disiplin di sekolah bersumber pada lingkungan sekolah yang tidak memberikan
pemenuhan terhadap semua kebutuhan peserta didik khususnya, misalnya seperti
berikut:
a)
Tipe kepemimpinan guru atau sekolah yang
otoriter yang senantiasa mendiktekan kehendaknya tanpa memperhatikan kedaulatan
subjek didik
b)
Pemberian hak- hak kelompok
besar anggota sebagai peserta didik oleh sekolah atau guru
c)
Sekolah atau guru tidak atau kurang
memperhatikan kelompok minoritas baik yang ada di atas atau di bawah rerata
dalam berbagai aspek yang ada hubungannya dengan kehidupan sekolah
d)
Sekolah atau guru kurang melibatkan dan
kurang mengikutsertakan para peserta didik untuk bertanggung jawab terhadap
kemajuan sekolah sesuai dengan kemampuannya
e)
Sekolah atau guru kurang memperhatikan
latar belakang kehidupan peserta didik dalam keluarga ke dalam subsistem
kehidupan sekolah
f)
Sekolah kurang mengadakan kerja sama
dengan orang tua dan keduanya juga saling melepaskan tanggung jawab.
Masalah
dari guru atau pendidik
1)
Guru mempunyai masalah pribadi yang
dapat mengganggu dirinya sehingga terbawa kedalam kelas.
2)
Pendidik tidak menguasai materi sehingga
peserta didik kurang paham.
3)
Pendidik tidak memiliki berwibawa
4)
Guru tidak mempunyai hubungan baik
dengan siswa.
5)
Guru tidak membawa keteladanan
6)
Guru kurang menggunakan media, strategi,
dan metode mengajar dengan baik.
Masalah
yang ditimbulkan oleh peserta didik
1)
Anak yang suka berbuat aneh untuk
menarik perhatian di kelas
2)
Anak yang berasal dari keluarga yang
kurang harmonis atau kurang perhatian dari orang tuanya
3)
Anak yang sakit
4)
Anak yang tidak punya tempat untuk
mengerjakan pekerjaan sekolah di rumah
5)
Anak yang kurang tidur
6)
Anak yang malas
7)
Anak yang pasif
8)
Anak yang menentang kepada semua
peraturan
9)
Anak yang pesimis terhadap semua keadaan
10)
Anak yang berkeinginan berbuat segalanya
dikuasai secara “sempurna”
Sementara
itu, gangguan disiplin yang datang dari kelompok peserta didik dapat berupa :
a)
Ketidakpuasan atas pekerjaan kelas
Disebabkan oleh tugas yang terlalu
mudah atau terlalu sulit, beban terlalu ringan atau terlalu berat, penugasan
cenderung kurang terbuka karena mereka tidak siap.
b)
Hubungan interpersonal lemah
Dapat terjadi karena pengelompokkan
pertemanan atau klik dan peran kelompok sangat lemah.
c)
Gangguan suasana kelompok
Disebabkan oleh suasana tercekam
kompetisi yang berlebihan dan sangat eksklusif ( kelompok menolak individu yang
tidak siap)
d)
Pengorganisasian kelompok lemah
Ditandai oleh tekanan otokrasi yang
berlebihan atau lemahnya supervisi dan pengawasan, standar perilaku yang
terlalu tinggi atau rendah, dan sebagainya
e)
Emosi kelompok dan perubahan mendadak
Dapat diakibatkan oleh kelompok memiliki
watak atau tempramen kekhawatiran tinggi, kejadian depresi yang mendadak,
ketakutan atau kegemparan, serta kelompok dihinggapi rasa bosan dan kurang
berminat atau emosionalnya lemah.
Masalah
yang ditimbulkan lingkungan
a)
Lingkungan rumah atau keluarga, seperti
kurang perhatian, ketidakteraturan, pertengkaran, ketidakharmonisan, dan lain-
lain
b)
Lingkungan atau situasi tempat tinggal,
seperti lingkungan kriminal, lingkungan bising dan lingkungan minuman keras
c)
Lingkungan sekolah, seperti kelemahan
guru, kelemahan kurikulum, kelemahan manajemen kelas, ketidaktertiban, dan
kekurangan fasilitas
d)
Situasi sekolah seperti: hari- hari
pertama dan hari- hari akhir sekolah ( akan libur atau sesudah libur),
pergantian pelajaran, pergantian guru, dan lain- lain.
Sebab-
sebab pelanggaran disiplin kelas itu selain bersifat pribadi juga ada sebab-
sebabnya yang bersifat umum, seperti:
a)
Kebosanan dalam kelas merupakan sumber
pelanggaran disiplin ( mereka tidak tahu lagi apa yang harus mereka kerjakan
karena yang dikerjakan itu ke itu saja)
b)
Perasaan kecewa dan tertekan karena
siswa dituntut untuk bertingkah laku yang kurang wajar sebagai anak remaja
c)
Tidak terpenuhinya kebutuhan akan
perhatian, pengenalan, atau keberadaan pribadi siswa atau status.
B. Peraturan dan Tata Tertib Kelas
Sekolah adalah tempat utama untuk
melatihkan dan memahami pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Dengan
peraturan dan tata tertib kelas yang diterapkan setiap hari dan dengan kontrol
yang terus menerus maka siswa akan terbiasa berdisiplin. Tata tertib menunjuk
pada patokan atau standar untuk aktivitas khusus. Misal: penggunaan
pakaian seragam; mengikuti upacara bendera; peminjaman buku perpustakaan.
Peraturan dan tata tertib kelas untuk
sekolah dasar seperti yang tercantum dalam Petunjuk Pengelolaan Kelas di
Sekolah Dasar (Dirjen PUOD dan Dirjen Dikdasmen,1996:79-81) antara lain memuat
hal hal sebagai berikut ini.
1. Masuk sekolah
a) Siswa harus datang selambat-lambatnya 10
menit sebelum pelajaran dimulai
b) Siswa menaruh tas dan alat tulis di laci
meja masing-masing kemudian keluar kelas
c) Siswa yang mendapat tugas jaga atau
piket harus hadir lebih awal.
d) Siswa yang sering terlambat harus diberi
teguran
e) Siswa yang tidak masuk karena alasan
tertentu harus memberi tahu sebelum maupun sesudahnya secara lisan atau secara
tertulis.
f) Guru tidak boleh terlambat atau absen
tanpa izin.
2. Masuk Kelas
a) Siswa segera berbaris di depan kelas
ketika bel berbunyi.
b) Ketua kelas menyiapkan barisan.
c) Siswa masuk kelas satu per satu dengan
tertib da duduk di tempatnya masing-masing.
d) Guru memeriksa kerapian,kebersihan,dan
kesehatan siswa satu per satu,meliputi kebersihan kuku,kerapian rambut,kerapian
dan kebersihan baju,dll.
3. Di Dalam Kelas
a) Doa bersama dipimpin oleh salah seorang
siswa
b) Siswa memberi salam kepada guru dan
pelajaran dimulai.
c) Guru mencatat siswa yang tidak masuk di
papan absen serta alasan atau keterangan.
d) Pada saat pelajaran berlangsung siswa
harus tetap tertib,tidak boleh ribut,bercanda, atau melakukan kegiatan lain
yang tidak ada hubunganya dengan pelajaran.
e) Siswa tidak boleh meninggalkan kelas
tanpa izin atau alasan tertentu.
f) Guru tidak diperkenankan meninggalkan
kelas ketika pelajaran berlangsung walaupun ada siswa yang mengerjakan tugas di
luar kelas.
4.
Waktu Istirahat
a) Pada saat bel istirahat berbunyi siswa
keluar kelas dengan tertib.
b) Guru keluar kelas setelah semua siswa
sudah keluar kelas.
c) Siswa tidak boleh berada di kelas ketika
istirahat.
d) Selama istieahat,siswa tidak
diperkenankan meninggalkan sekolah tanpa izin.
e) Pada saat bel masuk lagi berbunyi siswa
masuk kelas dengan tertib dan duduk dengan tenang di tempatnya masing-masing.
f) Sebaiknya guru sudah berada di dalam
kelas dahulu menjelang bel masuk berbunyi.
5.
Waktu Pulang
a) Ketika bel pulang berbunyi,pelajaran
berakhir dan di tutup dengan doa dan salam kepada guru.
b) Guru memberikan nasihat,mengingatkan
tugas,PR,dan sebagainya.
c) Siswa keluar kelas dengan tertib.
DAFTAR PUSTAKA
Ekosiswoyo,Rasdi dan Maman Rachman.
2000. Manajemen Kelas sesuai dengan kurikulum DII PGSD. Semarang:
IKIP SEMARANG PRESS
Rohani Ahmad. 2004. Pengelolaan
Pengajaran.Jakarta: PT Rineka Cipta.
sangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya sangat membantu..terimakasih 🤗
BalasHapusmakasih banyak
HapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bagus materinya 👍😊
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusmakasih banyak
HapusSangat membantu kaka
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusmakasih banyak
HapusSangat membantu
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak, terimakasih.
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapussama2,,makasih banyak
HapusSangat bermanfaat sekali kak
BalasHapusSngat brmnfaat skli
BalasHapusterimakasih saran dan komennyaa
BalasHapus