Tugas 10 Manajemen
A.
Pengertian
Disiplin Kelas
Kata
disiplin berasal dari bahasa latin “Disciplina” yang merujuk kepada belajar dan
mengajar. Kata ini berasosiasi sangat dekat dengan istilah “disciple” yang
berarti mengikuti orang belajar di bawa pengawasan seorang impinan. Disiplin
adalah kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur
sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab
tanpa paksaan dari siapapun (AsyMas’udi : 2000).
Di
dalam pembicaraan disiplin dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama
tetapi terbentuknya satu sama lain
merupakan urutan. Kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban, ada juga
yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. Diantara kedua istilah tersebut
terlebih dahulu termasuk pengertian ketertiban, baru kemudian pengertian
disiplin (Suharsimi: 114). Ketertiban merajuk kepada ketertiban seseorang dalam
mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong atau di sebabkan oleh
sesuatu yng datang dari luar. Disiplin atau siasat merujuk pada kepatuhan
seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong oleh
adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya. Disiplin kelas adalah keadaan
tertib dalam suatu kelas yang di dalamnya tergabung guru dan siswa taat kepada
tata tertib yang telah ditetapkan (Dirjen PUOD dan Dirjen Diknasmen, 1996: 10).
Disiplin
merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri sesseorang terhadap
bentuk-bentuk aturan. Disiplin merupakan sikap mental. Disiplin pada hakikatnya
adalah pernyataan sikap mental dari individu maupun masyarakat yang
mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan yang didukung oleh kesadaran untuk
menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan. Dengan disiplin
dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatur perilaku anak dalam mencapai tujuan
pendidikan, karena ada perilaku yang harus dicegah atau dilarang, dan
sebaliknya, harus dilakukan. Pembentukan disiplin pada saat sekarang bukan
sekedar menjadikan anak agar patuh dan taat pada aturan dan tata tertib tanpa
alasan sehingga mau menerima begitu saja, melainkan sebagai usaha
mendisiplinkan diri sendiri (self discipline). Artinya ia berperilaku baik,
patuh dan taat pada aturan bukan karena paksaan dari orang lain atau guru
melainkan karena kesadaran dari dirinya.
Disiplin
bukanlah kepatuhan lahiriah, bukanlah paksaan, bukanlah ketaatan pada otoritas
gurunya untuk menuruti aturan. Disiplin adalah suatu sikap batin, bukan
kepatuhan otomatis. Siswapun bertanggung jawab untuk menciptakan suasana kelas
yang baik. Suasana kelas yang tidak tegang, ada kebebasan tapi ada pula
kerelaan mematuhi peraturan dan tata tertib sekolah.
Dari
beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah ketaatan
dan ketepatan pada suatu aturan yang dilakukan secara sadar tanpa adanya dorongan
atau paksaan pihak lain atau suatu keadaan di mana sesuatu itu berada dalam
tertib, teratur dan semestinya serta tiada suatu pelanggaran-pelanggaran baik
secara langsung maupun tidak langsung.
B.
Bentuk-
Bentuk Disiplin Belajar Siswa
1.
Disiplin siswa dalam menentukan dan
menggunakan cara atau strategi belajar
Keberhasilan
siswa dalam studinya dipengaruhi oleh cara belajarnya. Siswayang memiliki cara
belajar yang efektif memungkinkan untuk mencapai hasil atau prestasi yang lebih
tinggi dari pada siswa yang tidak mempunyai cara belajar yang efektif.
Untuk
belajar secara efektif dan efisien diperlukan kesadaran dan disiplin tinggi
setiap siswa. Belajar secara efektif dan efisien dapat dilakukan oleh siswa
yang berdisiplin. Siswa yang memiliki disiplin dalam belajarnya akan berusaha
mengatur dan menggunakan strategi dan cara belajar yang tepat baginya. Jadi
langkah pertama yang perlu dimiliki agar dapat belajar secara efektif dan
efisien adalah kesadaran atas tanggung jawab pribadi dan keyakinan bahwa belajar
adalah untuk kepentingan diri sendiri, dilakukan sendiri dan tidak
menggantungkan nasib pada orang lain.
Hal
ini sejalan dengan pendapat yang menyatakan belajar akan lebih berhasil apabila
kita memiliki :
a. Kesadaran
atas tanggung jawab belajar,
b. Cara
belajar yang efisien,
c. Syarat-syarat
yang diperlukan
Selain
memiliki strategi belajar siswa yang tepat, siswa juga perlu memperhatikan
metode atau cara yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan dalam belajarnya.
Seperti yang kita ketahui belajar bertujuan untuk mendapat pengetahuan, sikap,
kecakapan dan keterampilan. Cara yang demikian itu jika dilakukan dengan penuh
kesadaran dan disiplin tinggi maka akan menjadi suatu kebiasaan, dan kebiasaan
dalam belajar berpengaruh terhadap prestasi belajar.
Demikianlah
cara-cara belajar yang perlu diperhatikan oleh setiap siswa, karena dengan
memiliki cara belajar yang baik akan membantu siswa dalam mencapai prestasi
yang tinggi, dan cara tersebut dapat dilaksanakan dengan baik secara teratur
setiap hari, apabila siswa memiliki sikap disiplin. Jadi siswa yang pada
dirinya tertanam sikap disiplin akan selalu mencari dan menentukan cara belajar
yang tepat baginya.
2. Disiplin
terhadap pemanfaatan waktu
a. Cara
mengatur waktu belajar
Salah
satu masalah yang sering dihadapi oleh pelajar atau siswa adalah banyak pelajar
atau siswa yang mengeluh kekurangan waktu untuk belajarnya, tetapi mereka
sebenarnya kurang memiliki keteraturan dan disiplin untuk mempergunakan waktu
secara efisien. Banyak waktu yang terbuang-buang disebabkan karna mengobrol
omongan-omongan yang tidak habis-habisnnya. Sikap yang demikian itu harus
ditinggalkan oleh siswa karena yang demikian itu tidak bermanfaat baginya.
Tidak
dapat dipungkiri bahwa orang-orang yang berhasil mencapai kesuksesan dalam
hidupnya adalah orang-orang yang hidup teratur dan berdisiplin memanfaatkan
waktunya. Dalam ajaran Islam disiplin dalam pemanfaatan waktu sangat
dianjurkan, disiplin bukan hanya dalam pemanfaatan waktu belajar saja, tetapi
disiplin perlu juga dilakukan oleh setiap orang dalam setiap waktu dan
kesempatan.
Dalam
belajar pemanfaatan waktu secara baik dan dikerjakan dengan baik dan tepat
waktu adalah merupakan hal yang terpuji. Dari uraian di atas dapat dipahami
bahwa penggunaan atau pamanfaatan waktu dangan baik menumbuhkan disiplin dalam
mempergunakan waktu secara efisien.
b. Pengelompokan
waktu.
Banyak
siswa yang belajarnya kurang dapat memanfaatkan waktunya dengan sebaik-baiknya
karena tidak membagi-bagi waktunya untuk macam-macam keperluan, oleh karna itu,
berbagai segi dan teknik untuk mengatur pemakaian waktu perlu dipahami sebagai
langkah untuk mengembangkan keterampilan mengelola waktu studi.
c. Penjatahan
waktu belajar.
Setiap
siswa perlu mengadakan prinsip belajar secara teratur dan untuk belajar secara
teratur setiap hari harus mempunyai rencana kerja. Agar siswa tidak banyak
membuang waktu untuk memikirkan mata pelajaran yang akan dipelajari suatu saat
dan apa yang harus dikerjakannya. Oleh karena itu agar siswa tidak dihinggapi
keraguan-raguan terhadap apa yang hendak dipelajarinya maka ia harus punya
rencana kerja atau daftar waktu dalam belajar.
Adapun
cara untuk membuat jadwal yang baik adalah sebagai berikut :
1) Memperhitungkan
waktu setiap hari untuk keperluan-keperluan tidur, belajar, makan, mandi, olah
raga dan lain-lain.
2) Menyelidiki
dan menentukan waktu-waktu yang tersedia setiap hari.
3) Merencanakan
peggunaan belajar itu dengan cara menetapkan jenis-jenis mata pelajaran dan
urutan-urutan yang harus dipelajari.
4) Menyelidiki
waktu-waktu mana yang dapat dipergunakan untuk belajar dengan hasil terbaik.
5) Berhematlah
dengan waktu, setiap siwa janganlah ragu untuk memulai pekerjaan, termasuk juga
belajar.
3. Disiplin
terhadap tugas
a. Mengerjakan
tugas rumah
Salah
satu prinsip belajar adalah ulangan dan latihan. Sejalan dengan pendapat yang
mengatakan bahwa : “Mengerjakan tugas dapat berupa pengerjaan tes atau ulangan
atau ujian yang diberikan guru, tetapi juga termasuk membuat atau mengerjakan
latihan-latihan yang ada dalam buku ataupun soal-soal buatan sendiri” (Slameto
: 2003)
Berdasarkan
pendapat tersebut di atas maka, tugas itu dapat berupa tes atau ulangan dan
juga dapat berupa latihan-latihan soal atau pekerjaan rumah. Jika siswa
mempunyai kebiasaan untuk melatih diri mengerjakan soal-soal latihan serta
mengerjakan pekerjaan rumah dengan disiplin, maka siswa tersebut tidak akan
terlalu kesulitan dalam belajarnya, serta dapat dengan mudah mengerjakan setiap
pekerjaan rumah yang diberikan oleh guru.
b. Mengerjakan
tugas di sekolah
Adapun
tugas di sekolah mencakup mengerjakan latihan-latihan tes atau ulangan harian,
ulangan umum ataupun ujian, baik yang tertulis maupun lisan. Dalam menghadapi
tugas-tugas di atas perlu dilaksanakan langkah-langkah persiapan sebagai
berikut :
1) Hindarilah
belajar terlalu banyak pada saat-saat terakhir mengerjakan tes (semua bahan
hendaknya sudah siap jauh-jauh sebelumnya).
2) Pelajarilah
kembali bahan yang sudah pernah didapat secara teratur sehari atau dua hari
sebelumnya.
3) Buatlah
suatu ringkasan atau garis besar tentang bahan yang sedang dipelajari kembali
itu.
4) Pelajarilah
juga latihan soal dan hasil tugas yang sudah pernah dikerjakan.
5) Peliharalah
kondisi kesehatan.
6) Konsentrasikan
seluruh perhatian terhadap tugas yang akan ditempuh.
7) Siapkanlah
segala alat atau perlengkapan-perlengkapan yang diperlukan dan jika diperlukan
syarat-syarat tertentu, bereskanlah seawal mungkin.
4. Disiplin
terhadap tata tertib
Didalam
proses belajar mengajar, disiplin terhadap tata tertib sangat penting untuk
diterapkan, karena dalam suatu sekolah yang tidak memiliki tata tertib maka
proses belajar mengajar tidak akan berjalan dengan lancar sesuai dengan
rencana. Antara peraturan dan tata tertib merupakan suatu kesatuan yang tidak
dapat dipisahkan sebagai pembentukan disiplin siswa dalam mentaati peraturan di
dalam kelas maupun diluar kelas.
Untuk
melakukan disiplin terhadap tata tertib dengan baik, maka guru bertanggung
jawab menyampaikan dan mengontrol berlakunya peraturan dan tata tertib
tersebut. Dalam hal ini staf sekolah atau guru perlu terjalinnya kerja sama
sehingga tercipta disiplin kelas dan tata tertib kelas yang baik tampa adanya
kerja sama tersebut dalam pembinaan disiplin sekolah maka akan terjadi
pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertib sekolah serta terciptanya
suasana balajar yang tidak diinginkan.
Dengan
demikian untuk terciptanya disiplin yang harmonis dan terciptanya disiplin dari
siswa dalam rangka pelaksanaan peraturan dan tata tertib dengan baik, maka di
dalam suatu lembaga atau lingkungan sekolah perlu menetapkan sikap disiplin
terhadapsiswa, agar tercipta proses belajar mengajar yang baik.
Daftar Rujukan
Rachman,
Maman. (1998). Manajemen Kelas.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Slameto. 2003. Belajar Dan Faktor-Faktor yang
Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta
Oemar Hamalik.2005.Metoda Belajar Dan Kesulitan-Kesulitan
Belajar.Bandung: Tarsito
sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bagus.. 👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih atas materinya👍😊
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusmakasih banyak
HapusTerima kasih, sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusterimakasih kak
HapusSangat bermanfaat kak, terimakasih.
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu
BalasHapusMaterinya bermanfaat kak
BalasHapusterimakasih kak
Hapusterimakasih koment dan sarannya
BalasHapusalhamdulillah,,terimakasih kak
BalasHapus