Belajar dan Mengajar


A.    Pengertian Belajar dan Mengajar
Menurut Ernest R. Hilgard (1948) (dalam Anitah, Sri W dkk, 2007: 2.4) Menyatakan bahwa “Learning is the process by which an activity originates or is changed through training procedures ( whether in the laboratory or in the natural environment) as distinguished from changes by factors not atrisutable to training” (belajar adalah proses yang mengorganisasi sebuah aktivitas atau perubahan yang melalui prosedur latihan (apakah dalam laboratorium atau di lingkungan alam) sebagai pembeda dari perubahan dengan faktor yang bukan dari latihan).
Sedangkan menurut Gagne dalam Sanjaya (2007: 96), yang menyatakan bahwa “instruction is a set of event that effect learners in such away that learning is facilitated”. Oleh karena itu menurut Gagne dalam Sanjaya, mengajar atau “teaching” merupakan bagian dari pembelajaran (instruction), dimana peran guru lebih ditekankan kepada bagaimana merancang atau mengaransemen berbagai sumber dan fasilitas yang tersedia untuk digunakan atau dimanfaatkan siswa dalam mempelajari suatu.
B.     Prinsip Belajar dan Mengajar
Ada beberapa Prinsip-prinsip belajar yang dikemukakan oleh para ahli bidang psikologi pendidikan (Sagala, 2011):
1.      Law of effect yaitu bila hubungan antara stimulus dengan respon terjadi dan diikuti dalam keadaan memuaskan, maka hubungan itu diperkuat.
2.      Spread of effect yaitu reaksi emosional yang emosional yang mengiringi kepuasan itu tidak terbatas kepada sumber utama pemberi kepuasan, tetapi kepuasan mendapat pengetahuan baru.
3.      Law of exercise yaitu hubungan antara perangsang dan reaksi diperkuat dengan latihan dan penguasaan, sebaliknya hubungan itu melemahkan jika dipergunakan.
4.      Law of readiness yaitu bila satuan-satuan dalam sistem syaraf telah siap berkonduksi, dan hubungan itu berlangsung, maka terjadinya hubungan itu akan memuaskan.
5.      Law of primacy yaitu hasil belajar yang diperoleh melalui kesan pertama akan sulit digoyahkan.
6.      Law of intensity yaitu belajar memberi makna yang dalam apabila diupayakan melalui kegiatan yang dinamis.
7.      Law of recency yaitu bahan yang baru dipelajari akan lebih mudah diingat.
8.      Fenomena kejenuhan
9.      Belongingness yaitu keterikatan bahan yang dipelajari pada situasi belajar akan mempermudah berubahnya tingkah laku.

Ada Beberapa prinsip umum tentang mengajar, yaitu :
1)      Mengajar harus berdasarkan pengalaman yang sudah dimiliki siswa
2)      Pengetahuan dan keterampilan yang diajarkan harus bersifat praktis
3)      Mengajar harus memperhatikan perbedaan individual setiap siswa
4)      Kesiapan dalam belajar sangat penting dijadikan landasan dalam mengajar
5)      Tujuan pengajaran harus diketahui siswa
6)      Mengajar harus mengikuti rpinsip psikologis tentang belajar.

C.    Keterampilan-keterampilan Mengajar
Berikut disajikan ke sepuluh keterampilan dasar mengajar harus dikuasi oleh para pengajar professional, secara berturulturut yang meliputi:
1.      Keterampilan Menyusun Skenario Pembelajaran
Keterampilan Menyusun Skenario Pembelajaran dimaksudkan adalah keterampilan dalam menyusun tahap/langkah-langkah kegiatan pembelajaran, (Pendahuluan, Penyajian (lnti), serta Penutup dan Tindak Lanjut), uraian kegiatan pembeiajaran yanq akandilakukan, memilih media dan alat yang akan digunakan penqaiar maupunpeserta didik. serta menentukan estimasi waktu, dalam rangka memfasilitasi peserta didik agar mendapatkan kemudahan dalam proses belajarnya.
2.      Keterampilan membuka dan menutup pembelajaran
Kegiatan membuka pembelaiaran didefinisikan sebagai alat atau proses yang memasukkan peserta didik ke dalam keadaan penuh perhatian dan belajar' (Brown' '1991: 98).Dengan demikian secara teknis, kegiatan membuka pembelaiaran diartikan sebagaiaktivitaspengajar untuk menciptakan suasana siap rnental dan menimbulkan pefiatian peserta didik agar tePusat kepada apa yang akan dipelajari Sedangkan kegiatan menutup pembelajarandapat dideflnisikan sebagai penqarahan perhatian peserta didik ke pada penyelesaian tugas tertentu atau urutan kegiatan pembelaiaran.secara teknis kegiatan membuka pembelajaran dimaksudkan adalah kegiatan yang dilakukan pengajar unluk mengakhiri kegiatan pembelajaran Kegiatan menutLrp pembelaiamn merupakan kegiatan membefikan gambaran menyeluruh tentang apa yang dipelajari peserta didik' mengetahui tingkat pencapaian peserta didik dan tinqkat keberhasilan pengajar dalam proses pembelajaran.
3.      Keterampilan menjelaskan
Keterampilan Menjelaskan dimaksudkan adalah memberikan pengertian kepada orang lain(Brown, 1991: 111) Oleh karenanya keterampilan menjelaskan dapat diartikan sebagai keterampilan memberikan pengertian berupa penyajian informasi lisan yang diorganisasi secara sistematis kepada pese(a didik, sehingga informasi atau pesan-pesan pembelajaran baik berupa fakta, konsep, prinsip, ataLlpun prosedurdapat dipahami oleh peserta didik dengan baik.
4.      Keterampilan bertanya
Keterampilan Bertanya merupakan kegiatan pengajar dalam menyampaikan pertanyaan kepada peseda didik dalam proses pembelajaran, baik pertanyaan dasar maupun pertanyaan lanjut. Brown (1991: 124-132) menggolongkan pertanyaan ke dalam pertanyaan kognitif tingkat rendah, yang mencakup ingatan, pemahaman, dan penerapan dan pertanyaan kog nitif tingkat tinggi, yang meliputit analisis, sintesis dan evaluasi.
5.      Keterampilan memberikan penguatan
Keterampilan Pengualan (reinforcemenl)dimaksudkan adalah respon positlf dari pengajar kepada peserta didik yang telah berhasil melakukan perilaku (behavior) tertentu secara baik Pemberian penguatan  pada umumnya dilakukan oleh pengajar dengan tujuan agar peserta didik lebih giat berpartisiasi dalam interaksi pembelajaran dan mengulangi lagi perilaku yang baik. Dengan kata lain penguatan adalah tanggapan pengaiar tefiadap perilaku peserta didik yang memungkinkan dapat berulangnya kembali perilaku yang dianggap baik.
6.      Keterampilan menggunakan media dan alat pembelajaran
Media dan alat pembelajaran yang diperlukan dalam proses pembelajaran agar peserta didik cepat dan mudah menangkap materi pembelajaran. Media pembelajaran itu merupakan wahana penyalur pesan atau informasi belajar. Batasan tersebut terungkap antara lain dari pendapat-pendapat para ahli seperti Witbur Schramm ('1971), Gagne dan Briiggs (1970).
7.      Keterampilan mengadakan variasi
Variasi dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan adalah perubahan-perubahan kegiatan pengajar dalam konteks interaksi pembelajaran, yang meliputi gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, pola interaksi dengan peserta didik dan simulasi.
8.      Keterampilan membimbing diskusi
Diskusi dapat dipandang sebagai suatu perbincangan dengan tujuan tertentu (Brown, 135). Diskusi merupakan proses interaksi verbal secara teratur yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal.
9.       Keterampilan Melakukan Penilaian
Penilaian merupakan usaha sistematis yang dilakukan untuk menentukan kualifikasl terhadap perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran dan capaian hasil belajar peserta didik setelah menjalani proses pembelajalan.
10.  Keterampilan Mengelola Kelas
Mengelola kelas dapat diartikan sebagai upaya menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal terkait dengan proses pembelajaran. Seadangkan keterampilan mengelola kelas berarti kemampuanpengajar menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal.
D.    Tujuan Keterampilan
1.      Tujuan Penyusunan skenario Pembelajaran bertujuan untuk
a)      Memberikan pedoman tentang tahap/langkah-langkah urutan kegiatan pembelajaran
b)      Memberikan panduan tentang uraian kegiatan-kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan baik oleh pengajar maupun peserta didik
c)      Memberikan panduan tentang strategi, teknik, metode, media dan alatyanq akan digunakanselama proses pembelajaran berlangsung.
d)     Memberikan panduan tentangestimasi penggunaan waktu pada setiap kegiatan Pembelajaran
2.      Tujuan
a.       Membuka Pembelaiaran bedujuan untuk
1)      Memusatkan perhatian dan membangkitkan motivasi peserta didik terhadap tLlgastugas Yang harus dilakukan
2)      menginformasikan cakupan materi yang akan dipelajari dan batas-batas tugas yang akan dikerjakan peserta didik
3)      Memberikan gambaran mengenai metode atau penclekatan-pendekatan yang akan digunakan maupun kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan peserta didik
4)      Melakukan apersepsi, yakni mengaitkan materi yang telah dipelajari dengan materi yang akan dipelajari
b.      Menutup pembelajaran
1)      Untuk mengetahui tingkat keberhasilan peserta didik dajampencapaiakompetensi
2)      Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pengajar dalam melaksanakan kegiatar pembelaiaran.
3)      Membuat rantai kompetensi antam kompetensi yang sekarang sedang dipelajai dan kompetensiserta materi pada kegiatan yang akandatang.
4)      Menjelaskan hubungan antara pengalaman belajar yang telah dialami dengan pengalaman baru yang akan dialami/dipelajari pada kegiatan yang akan datang
3.      Tujuan Keterampilan menjelaskan bertujuan untuk
a)      Membantu peserta didik dalam memahami fakta, konsep, prinsip, atau prosedur, serta membantu memecahkan permasalahan dalam kegiatan pembelajaran
b)      Melibatkan peserta didik untuk berpikir serta mengkomunikasikan ide dan gagasannya
c)      Memperkuat struktur kognitif yang berhubungan dengan bahan pembelajaran
d)     Mendapatkan balikan dari peserta didik tentang penguasaan kompetensi yang harus dikuasai.
4.      Tujuan Keterampilan bertanya dalam kegiatan pembelajaran dimaksudkan agar
a)      Mengurangi dominasi pengajar lteachet oriented/centered) dalam kegja:- pembelajaran
b)      Mendorong keberanian peserta didikuntuk berpendapat.
c)      Meningkatkan partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran, sesuai dengan prinsip PAKIKEM.
d)     Mengarahkan kegiatan pembelajaran agar fokus kepada kompetensi yang tetapkan.
5.      Tujuan Keterampilan memberikan penguatan bertujuan untuk
a)      Menumbuhkan perhatian peserta didik
b)      Memotivasi peserta didik terhadap pencapaian kompetensi
c)      Mengendalikan berkembangnya perilaku negatif dan mendorong tumbuhnya perilaku positif dan Produktif.
d)     Menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik
e)      Mendorong peserta didik untuk meningkatkan prestasi belajarnya
6.      Tujuan Penggunaan media dan alat pembelajaran bertujuan untuk:
a)      Mengkonkretkan konsep-konsep yang bersifat abstrak, sehingga dapat mengurangi verbalisme. Misal dengan menggunakan gambar, skema, grafik, model, dsb.
b)      Membangkitkan motivasi, sehingga dapat memperbesar perhatian individual siswa untuk seluruh anggota kelompok belaiar sebab jalannya pelajaran tidak membosankan dan tidak monoton.
c)      Memfungsikan seluruh indera siswa, sehingga kelemahan dalam salah satu indera (misal: mata atau telinga) dapat diimbangi dengan kekuatan indera lainnya.
7.      Tujuan Mengadakan variasi yaitu untuk
a)      Mengatasi kebosanan peserta didik sehingga dalam proses pembelajaran peserta didik senantiasa menunjukkan ketekunan, antusiasme,serta penuh partisipasi
b)      Menjadikan proses pembelajaran lebih hidupdan tebih bermakna
c)      Meningkatkan perhatian peserta didik terhadap materi yang dipelajari serta kompetensj yang harus dikuasai
d)     Memotivasi peserta didik aktifdalam pembelajaran (PAKIKEM) 
8.      Tujuan Keterampilan membimbing diskusi kelompok yaitu agar
a)      proses diskusi kelompok yang dilakukan oleh peserta didik dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil yang diharapkan secara efisien dan efektif
b)      Proses berbagi pengalaman atau informasi, mengkonsiruksi konsep, membuat keputusan, atau memecahkan masalah dapat berjalan baik.
9.      Tujuan Penilaian memiliki tujuan pokok untuk
a)      Menilai hasil kegiatan pembelajaran yang dicapai peserta didik.Di samping itu penilaian juga bertujuan untuk Meningkatkan memotivasi belajar peserta didik
b)      Memperbaiki perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran
10.  Tujuan mengelola kelas yaitu :
a)      Mendorong peserta didik mengembangkan tanggung jawab individual terhadap perilaku (behavior)-nya
b)      Membantu peserta didik mengerti arah perilaku yang sesuai
c)      Menimbulkan rasa tanggung jawab pasa setiap peserta didik dalam tugas dan berperilaku positif

E.     Macam-macam Keterampilan
Pada garis besarnya keterampilan mengelola kelas terbagi dua bagian yaitu :
1.      Keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal.
a)      Menunjukan sikap tanggap, Guru memperlihatkan sikap positif terhadap setiap perilaku yang muncul pada siswa dan memberikan tanggapan-tanggapan atas perilaku tersebut dengan maksud tidak menyudutkan kondisi siswa, perasaan tertekan dan memunculkan perilaku susulan yang kurang baik.
b)      Membagi perhatian, Kelas diisi lebih dari satu orang akan tetapi sejumlah orang (siswa) yang memiliki keterbatasan-keterbatasan yang berbeda-beda yang membutuhkan bantuan dan pertolongan dari guru. Perhatian guru tidak hanya terpokus pada satu orang atau satu kelompok tertentu yang dapat menimbulkan kecemburuan, tapi perhatian harus terbagi dengan merat kepada setiap anak yang ada di dalam kelas.
c)      Memusatkan perhatian kelompok, Munculnya kelompok informal di kelas, atau pengelompokan karena di sengaja oleh guru dalam kepentingan pembelajaran membutuhkan kemampuan untuk mengatur dan mengarahkan perilakunya, terutama ketika kelompok perhatiannya harus terpusat pada tugas yang harus diselesaikan.
d)     Memberikan petunjuk-petunjuk yang jelas, Untuk mengarahkan kelompok kedalam pusat perhatian seperti dijelaskan di atas, juga memudahkan anak menjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya maka tugas guru adalah emamparkan setiap pelaksanan tugas-tugas tersebut sebagai petunjuk pelaksanaan yang harus dilaksanakan anak secara bertahap dan jelas.
e)      Menegur, Permasalahan bisa terjadi dalam hubungannya antara siswa dengan siswa dan siswa dengan guru. Permasalahan dalam hubungan tersebut bisa terjadi dalam konteks pembelajaran, sehingga guru sebagai pemegang kendali kelas harus mampu memberikan teguran yang sesuai dengan tugas dan perkembangan siswa. Sifat dari teguran tidak merupakan hal yang memberikan efek penyerta yang menimbulkan ketakutan pada siswa tapi bagaimana siswa bisa tahu dengan kesalahan yang dilakukannya.
f)       Memberi penguatan, penguatan adalah Upaya yang diarahkan agar prestasi yang dicapai dan perilaku-perilaku yang baik dapat dipertahankan oleh siswa atau bahkan mungkin ditingkatkan dan dapat ditularkan kepada siswa lainnya. Penguatan yang dimaksudkan dapat berupa reward yang bersipat moril juga yang bersifat material tapi tidak berlebihan.
2.      Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian kondisi belajar yang optimal
a)      Memodifikasi tingkah laku Modifikasi tingkah laku adalah menyesuaikan bentuk-bentuk tingkah laku kedalam tuntutan kegiatan pemebelajaran sehingga tidak muncul prototyfe pada diri anak tentang peniruan perilaku yang kurang baik.
b)      Pengelolaan kelompok Kelompok kecil ataupun kelompok belajar di kelas adalah merupakan bagaian dari pencapaian tujuan pembelajaran dan strategi yang terapkan oleh guru. Kelompok juga bias muncul secara informal seperti teman bermain, teman seperjalanan, teman karena gender dan lain-lain. Untuk kelancaran pembelajaran dan pencapaiant ujuan pembelajaran maka kelompok yang ada dikelas itu harus di kelola dengan baik oleh guru.
c)      Menemukan dan memecahkan tingkah laku yang menimbulkan masalah. Permasalahan memiliki sifat perennial (akan selalu ada) dan nurturan effect, oleh karena itu permasalahan akan muncul didalam kelas kaitannya dengan interaksi dan akan diikuti oleh dampak pengiring yang besar bila tidak bias diselesaikan. Guru harus dapat mendeteksi permasalahan yang mungkin muncul dan dengan secepatnya mengambil langkah penyelesaian sehingga ada solusi untuk masalah tersebut

Daftar Rujukan
Anderson, Lorin W, Krathwohl, David R, Airasian, Peter W, et.al. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching and Assessslngr I Reyislon of Bloom's Taxonomy af Educational Objective Abridged Edition. New Yok : Addison Wesley Longman, lnc.
Brown, George (1991). Pengajaran Mikro: Program Ketermpilan Mengajar {Terj. Laurens Kaluge). Surabaya: Airlangga.
Darling-Hammond, Linda (1977).The Right t Lean: A Blueprint for Creating Schools That Work. San Francisco :  Jossey-Bass Publishers.
Gagne, Robert M. and Leslie J Briggs ( 1979). Principles of Instructional design. New York : Holi. Rinehart and Winston.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tugas Manajemen Pembelajaran

Tugas 9 Manajemen